Cara Mencegah Mata Minus dengan Suplemen Herbal Berkualitas

Mata minus yang secara medis disebut miopi barangkali merupakan satu gangguan penglihatan yang akrab bagi masyarakat luas. Walaupun kondisinya seperti demikian di dalam masyarakat, akan tetapi berbagai cara mencegah mata minus jangan sampai abai dilakukan.

Ini harus senantiasa dipahami karena begitu banyak keterbatasan yang dialami seseorang akibat penyakit ini. Baik muda maupun tua, anak-anak hingga dewasa, semuanya memiliki kemungkinan risiko yang sama untuk terkena gangguan mata satu ini.

Definisi Mata Minus – Miopi

Definisi Miopi

Istilah mata minus atau dikenal dengan miopi bersumber dari bahasa Yunani myopia dengan arti “penglihatan dekat”. Ini dapat dijelaskan sebagai sebuah keadaan kerusakan refraktif yang terjadi pada mata ketika citra yang dihasilkan jatuh pada bagian retina.

Secara fisiologi, hal ini disebabkan oleh terlalu panjangnya bola mata atau juga besarnya lengkungan kornea yang menyebabkan tidak fokusnya cahaya ketika masuk dan membuat objek yang jauh terlihat buram.

Salah satu metode untuk menolong orang yang memiliki gangguan mata minus ini adalah dengan mengenakan alat bantu kacamata berlensa cekung (negatif / minus).

Klasifikasi Mata Minus – Miopi
Klasifikasi Mata Minus

Mengenal sekilas berbagai gangguan mata minus merupakan satu langkah awal sebagai cara mencegah mata minus itu sendiri. Klasifikasi mata minus perlu diketahui untuk memahami jenis gangguan atau penyakit mata minus ini dari beberapa aspek penyebab, seperti bentuk, derajat, dan perjalanan penyakit.

1. Klasifikasi Atas Dasar Bentuk / Tipe

Berdasarkan bentuk atau tipenya, mata minus – miopi dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Mata minus – miopi refraksi, indeks bias pada media penglihatan mengalami penambahan. Orang dengan penyakit diabetes cenderung mengalami kondisi ini.
  • Mata minus – miopi axial, yakni kondisi dimana diameter sumbu mata ternyata lebih panjang dari ukuran normalnya.
  • Mata minus – miopi kurtartura, yakni terjadinya perubahan pada lengkungan lensa serta kornea yang cenderung cembung.
  • Mata minus – miopi berubahnya posisi lensa, hal ini terjadi dikarenakan lensa bergerak melebihi anterior. Ini dijumpai pada orang-orang yang pernah menjalankan operasi glaukoma.

2. Klasifikasi Atas Dasar Kelainan Jaringan Mata

Klasifikasi mata minus – miopi didasarkan kepada kelainan yang terjadi pada jaringan mata terdiri dari:

  • Mata Minus – Miopi Simpleks

Mulai terjadi ketika memasuki usia sekitar 7 hingga 9 tahun dengan penambahan level minus secara perlahan hingga berhenti saat telah berusia kurang lebih 20 tahun. Berat dari kelainan reaktif lazimnya kurang dari -5 D atau -6 D.

  • Mata Minus – Miopi Progresif

Terjadi penambahan miopi dengan cepat, biasanya sekitar -4 Dioptri pertahun. Selain itu, terjadi juga perubahan vitreo-retina yang menyertainya. Ini sering terjadi pada miopi yang melebihi -6 D

3. Klasifikasi Atas Dasar Besaran Derajat Dioptri

Besaran derajat dioptri juga berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Ini digolongkan mulai dari yang ringan sampai sangat berat. Penjelasannya meliputi:

  • Mata minus – miopi ringan, derajatnya sekitar -1 hingga -3 dioptri
  • Mata minus – miopi sedang, derajatnya di antara -3 hingga -6 dioptri
  • Mata minus – miopi tinggi / berat, derajatnya melebihi -6 dioptri
  • Mata minus – miopi sangat tinggi / berat, derajatnya melebihi -10 dioptri

4. Klasifikasi Atas Dasar Perjalanan Penyakit

Ini merupakan klasifikasi berdasarkan perkembangan atau perjalanan penyakit. Sebagaimana kita ketahui, kondisi mata minus seringkali berubah-ubah seiring waktu berjalan. Misalnya, bila di level awal minusnya kecil, bisa jadi seiring waktu minus terus bertambah besar. Klasifikasinya adalah:

  • Mata minus – miopi stasioner, pertambahan mata minusnya terhenti saat dewasa.
  • Mata minus – miopi progresif, mata minusnya terus bertambah meskipun telah memasuki usia dewasa akibat bola mata yang terus memanjang.
  • Mata minus – miopi maligna, mata minus yang terus bertambah hingga taraf hilangnya penglihatan.

Gejala dan Tanda Mata Minus – Miopi
Gejala Mata Minus

Ada berbagai gejala atau tanda yang menyertai kondisi terjadinya mata minus atau miopi. Seseorang bisa saja merasakan satu gejala, bisa juga merasakan lebih dari satu gejala. Beberapa di antaranya yang sering dirasakan penderita adalah:

  • Objek dekat terlihat, sedangkan objek jauh nampak kabur
  • Menyipitkan atau mengecilkan mata saat harus melihat objek di kejauhan
  • Begitu dekat tatkala membaca buku
  • Nyeri disertai denyutan pada bagian depan kepala (kambuhan)
  • Bola mata terasa perih dan berat (kambuhan)
  • Air mata sering keluar secara berlebihan (kambuhan)

Penyebab dan Faktor Risiko Dari Mata Minus – Miopi
Penyebab Mata Minus

Dalam memahami cara untuk mencegah mata minus atau miopi, Anda perlu terlebih dahulu mengenal berbagai faktor risiko atau penyebab kondisi ini. Ini sangat penting sehingga pada akhirnya dapat menentukan berbagai langkah pencegahan atas gangguan ini.

Ada beberapa faktor risiko atau penyebab terjadinya mata minus pada seseorang. Dikutip dari berbagai literatur terpercaya, berikut beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya mata minus pada seseorang:

1. Faktor Genetika (Herediter)

Berbagai penelitian terkait DNA / genetika mengungkapkan bahwa miopi ringan serta sedang lazimnya bersifat poligenik, sedangkan berbagai kasus miopi berat menunjukkan sifat yang monogenik.

Penelitian tersebut dilakukan pada beberapa pasangan saudara kembar monozigot dimana hasilnya menunjukkan bahwa bila salah-satunya menderita mata minus, maka pasangannya memiliki resiko sekitar 74% untuk mengalami kondisi serupa.

2. Asupan Nutrisi

Hasil kajian ilmiah yang didasarkan penelitian pada anak-anak dengan kekurangan asupan nutrisi di Afrika, diketahui adanya pola khas pada sebuah komunitas di masyarakat atau prevalensi kelainan pada refraksi (penyebab teknis miopi) yang cukup tinggi.

3.     Tekanan Pada Intraokuler

Tekanan yang terjadi pada intraokuler akan mengakibatkan peningkatan tekanan pada vena yang diduga sangat kuat selanjutnya berperan atas meregangnya jaringan sklera. Hal ini didasarkan pada penelitian atas monyet yang ternyata juga mengalami mata minus atau miopi.

Mencegah Mata Minus atau Miopi dengan Bilberry Adawiyah 99

Bilberry Adawiyah Untuk Mata Minus

Berbagai zat istimewa dalam buah bilberry yang diungkapkan oleh berbagai penelitian berupa anthosianin serta polifenol sebagai antioksidan yang mampu meningkatkan secara signifikan mikrosirkulasi dan juga fungsi retina mata.

Asalkan dikonsumsi secara rutin, Bilberry Adawiyah 99 akan menunjukkan khasiatnya. Buah bilberry sebagai bahan utama produk ini sendiri diolah dari buah berkualitas tinggi yang hanya tumbuh di dataran tinggi Skotlandia dam dibudidayakan secara organik pula.

Selain itu, proses pengolahannya tidak hanya berstandar SNI tetapi juga memenuhi standar Internasional sehingga Anda tak usah ragu lagi untuk mengkonsumsi ekstrak tersebut. Standar internasional yang diterapkan, mampu membuat produk ini layak ekspor hingga ke luar negeri.

Sebagai tambahan, produk ekstrak bilberry ini menyimpan potensi besar untuk menghambat perkembangan mata minus bahkan menghilangkannya, sehingga operasi tak usah dilakukan. Berbagai hasil penelitian dan studi ilmiah mampu memperkuat posisi suplemen ini untuk mata minus.

Selalu memberikan asupan nutrisi pada tubuh dengan ekstrak dari Bilberry Adawiyah 99 adalah sebuah langkah bijak dan tepat sasaran terkait kandungan ekstrak bilberry pada produk ini. Ini bisa menjadi bagian dari cara mencegah mata minus. Jadi, tak perlu Anda meragu dengan produk ini.

Tinggalkan komentar