Cara Mencegah Glaukoma Agar Terhindar dari Kebutaan

Salah satu masalah pada organ penglihatan yang serius adalah glaukoma. Beragam cara mencegah glaukoma pun diusahakan. Maklum saja, mata merupakan salah satu organ tubuh terpenting yang dimiliki manusia.

Bagi Anda yang mengalami gangguan penglihatan glaukoma, ada baiknya mengenali lebih dalam apa yang dimaksud dengan glaukoma agar selanjutnya dapat mengambil langkah penanganan yang tepat. Dengan begitu, maka Anda akan terhindar dari hal-hal fatal yang diakibatkan oleh gangguan penyakit ini.

Mengenal Lebih Dekat Glaukoma
Mengenal Lebih Dekat Glaukoma

Glaukoma termasuk gangguan mata yang menjadi sebab utama kebutaan di dunia ini. Berbicara tentang glaukoma, kata ‘glaukoma’ sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yakni “glaukos’ yang bermakna hijau kebiruan.

1.     Sebab Glaukoma

Secara umum, Anda harus waspada dengan berbagai gejala dari gangguan mata bernama glaukoma seperti berkurangnya bidang pandang sebagai akibat dari kerusakan yang dialami saraf optikus. Kondisi ini terjadi akibat tekanan yang terlalu tinggi pada bagian intraokuler.

Pengurangan akan ketajaman penglihatan merupakan efek selanjutnya yang diakibatkan oleh glaukoma, dan pada level terburuknya hilangnya penglihatan secara menyeluruh atau buta total adalah hal yang akan terjadi.

2.     Epidemiologi Glaukoma

Informasi dan pengetahuan tentang pencegahan glaukoma sepatutnya diketahui secara luas dan kampanye mengenai hal ini perlu terus ditingkatkan. Sangat beralasan dikarenakan glaukoma sendiri berada pada 3 besar gangguan atau penyakit mata penyebab kebutaan di Indonesia.

Sedangkan di Amerika Serikat yang notabene dunia kesehatannya sudah maju, pada era tahun 2000 awal warganya yang mengalami gangguan glaukoma ternyata cukup tinggi, yakni berkisar 2 juta jiwa dengan 70 ribu jiwa di antaranya mengalami kebutaan dan angka ini tiap tahun terus bertambah.

Klasifikasi Glaukoma
Klasifikasi Glaukoma

Dalam menentukan berbagai langkah dan cara mencegah glaukoma, alangkah bijaknya Anda ketahui dulu beberapa klasifikasi tentang gangguan ini. Glaukoma dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa golongan sebagai berikut:

1.     Glaukoma Primer

Glaukoma ini lazim juga disebut dengan glaukoma sudut luas atau simplek yang kemudian terbagi lagi menjadi 2 jenis yakni:

  • Glaukoma penutupan-sudut primer
  • Glaukoma penutupan-sudut akut

2.     Glaukoma Sekunder

Glaukoma yang terjadi akibat tekanan terhadap bola mata akibat kondisi kesehatan lain seperti pengaruh obat-obatan. Kondisi ini bisa dikarenakan adanya komplikasi penyakit diabetes atau hipertensi yang tak terkontrol.

3.     Glaukoma Tegangan – Normal dan Hipertensi Okular

Ini merupakan kondisi rusaknya saraf optik dimana tekanan mata sebenarnya masih berada dalam ambang batas normal.

4.     Glaukoma Mekanisme – Kombinasi

Kondisi ini merupakan kombinasi dari dua bentuk atau lebih dari kelompok ini. Bentuk yang sering ditemui pada glaukoma mekanisme-kombinasi ini adalah glaukoma sudut terbuka yang kemudian mengalami komplikasi menjadi penutupan-sudut.

Klasifikasi Glaukoma Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia
Klasifikasi Glaukoma

Adapun klasifikasi yang lazim dan digunakan di Indonesia adalah klasifikasi yang dibuat oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia di tahun 2002 silam yang dapat diringkas sebagai berikut:

1.     Glaukoma Primer

Jenis glaukoma primer terdiri atas:

  • Glaukoma sudut tertutup, dengan gejala munculnya rasa nyeri secara mendadak, mata terlihat sangat merah, pembengkakan pada palpebra dan terjadi peningkatan pada tekanan di bola mata.
  • Glaukoma kongestif akut, selain rasa sakit mendadak pada kepala, gejala lainnya adalah muntah dan demam menggigil dan penglihatan turun dengan sangat tajam hingga hanya mampu menghitung jari saja.
  • Glaukoma sudut terbuka, gejala yang menyertainya seringkali tidak tampak dari luar, sehingga perlu pemeriksaan yang lebih mendalam dan detail.

2.     Glaukoma Sekunder

Ini adalah jenis glaukoma yang diakibatkan oleh penyakit intraokuler. Beberapa penyebab kelainan glaukoma sekunder adalah:

  • Adanya kelainan pada lensa mata.
  • Karena kelainan Uvea, sebagian besar ditemukan karena tumor.
  • Adanya trauma atau pembedahan sebelumnya.
  • Glaukoma karena rubeosis iris, seringkali disertai rasa nyeri dan termasuk jenis glaukoma yang sulit diobati.
  • Glaukoma karena kortikosteroid.

3.     Glaukoma Kongestif

Kondisi ini berupa buramnya kornea saat lahir dikarenakan trauma forcep.

4.     Glaukoma Absolut

Ini merupakan stadium akhir dari semua jenis glaukoma yang disertai dengan kebutaan total. Bahkan pada kasus dimana rasa nyeri yang selalu muncul dirasakan, akan dilakukan pembedahan atau pengangkatan pada mata (enukleasi).

Asal Muasal Penyebab Glaukoma
Penyebab Glaukoma

Hal penting berikutnya yang perlu Anda ketahui seputar glaukoma itu adalah mengetahui darimana asal-usulnya. Secara umum, penyebab utama terjadinya glaukoma adalah adanya hambatan pada aliran dari aqueous humor, sehingga terjadi peningkatan intraokular.

Beberapa faktor risiko lain yang memicu terjadinya glaukoma adalah:

1.     Tekanan pada Intra Okuli

Ini adalah faktor terpenting dan termudah dalam memprediksikan timbulnya gangguan glaukoma di kemudian hari. Tingginya tekanan pada bola mata menyebabkan semakin tinggi resiko timbulnya glaukoma.

Tekanan tinggi ini tidak serta merta membuat turunnya penglihatan secara drastis. Penyempitan pada lapang pandangan pun tidak selalu mengiringi terjadinya tekanan yang tinggi.

2.     Penambahan Umur

Resiko terjadinya glaukoma kian tinggi seiring bertambahnya usia. Pada usia 40 tahun, secara statistik 0,4% hingga 0,7% dari jumlah penduduk berisiko terkena glaukoma. Sedangkan memasuki usia 70 tahun, secara statistik risiko terkena glaukoma meningkat sekitar 2 hingga 3%.

3.     Faktor DNA – Silsilah Keturunan

  • Resiko terkena glaukoma meningkat sekitar 3,7 kali bagi Anda yang memiliki kerabat penderita glaukoma (Baltimore Eye Survey).
  • Prevalens glaukoma bagi Anda dengan kerabat penderita glaukoma adalah sekitar 10,4 % (Rotterdam Eye Study).

4.     Mengidap Penyakit Kronis Lain Seperti Diabetes Kanker dan Lainnya

  • Umumnya hal ini terjadi bagi penderita glaukoma sekunder.
  • Selain penyakit glaukoma sekunder dikarenakan trauma benturan pada mata, atau operasi mata.

Cara Mengatasi Glaukoma
Cara Mengatasi Glaukoma

Setelah mengikuti berbagai uraian ringkas mengenai glaukoma, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan terkait cara mencegah glaukoma, antara lain:

  • Jadwalkan secara rutin untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata terkait kesehatan indera penglihatan Anda.
  • Mengistirahatkan mata tatkala lelah, jika dirasakan tegang maka dapat menggunakan obat tetes mata yang didasarkan resep dokter.
  • Gunakan pelindung mata semisal kacamata yang melindungi masuknya sinar matahari secara berlebihan atau pelindung lainnya tatkala melakukan aktivitas yang berisiko terjadi benturan, goresan, atau kecelakaan yang dapat mengakibatkan trauma pada bagian sekitar mata.
  • Selalu memenuhi asupan zat dan vitamin yang dibutuhkan tubuh, selalu rutin mengkonsumsi sayur dan buah untuk kesehatan mata juga bisa menjadi solusi.
  • Mengkonsumsi suplemen kesehatan mata. 

Konsumsi Bilberry Adawiyah 99 untuk Pencegahan Glaukoma
Bilberry Adawiyah Untuk Mata Glaukoma

Bilberry Adawiyah 99 merupakan produk ekstrak dari bilberry murni yang dapat Anda konsumsi sebagai salah satu cara mencegah glaukoma. Berbagai zat, senyawa, dan vitamin yang terkandung pada buah bilberry terkandung pula pada ekstrak Bilberry Adawiyah 99 ini.

Sebut saja zat tinggi antioksidan yang berperan besar pada peningkatan mikrosirkulasi di area organ mata. Senyawa fenolik yang ada pada ekstrak Bilberry Adawiyah 99 pun semakin menunjang kesehatan mata dikarenakan telah terdukung oleh studi, kajian, dan penelitian ilmiah.

Beragam masalah penglihatan menjadi satu perhatian serius yang harus diusahakan sesegera mungkin penanganannya. Mengetahui penyebab dan langkah penanganan glaukoma tentu sangat perlu untuk menghindari kondisi fatal seperti kebutaan akibat glaukoma.

Tinggalkan komentar